Nama saya Jefri. Bagi sebagian besar tetangga di kampung halaman saya, hidup saya mungkin sudah tergambar jelas sejak hari pertama saya mewarisi ternak warisan kakek: berkubang dengan lumpur kandang, mencari pakan di tengah panas terik, dan menghitung hari demi hari dengan penghasilan yang minim.